Cerpen Shanta | Alhamdulillah Ya, Sesuatu!!!


Hy Teman-Teman semuanyaa !!! jumpa lagi dengan aku Shanta Onexha, kali ini Shanta kembali dengan membawa cerpen karya Shanta yang berjudul “Alhamdulillah Ya,Sesuatu!!!” ini sih sebenarnya cerpen tugas untuk Bahasa Indonesia tanggal 26 November 2012 Kemarin, hanya saja baru Shanta sempat masukin ke blog ini ^^ oke deh guys… buat kamu-kamu yang mau membaca hasil karya aku ini silahkan dibaca ^_^ happy reading !!! jangan lupa tinggalkan jejak kalian dikomentar yaa, kamsahamnida.#bow 45o

ALHAMDULILLAH YA,SESUATU !!!

 

Aku menggerutu dalam hati. Kok bisa-bisanya aku kehabisan  tiket untuk nonton  konser Suju yang akan diadakan tiga  hari lagi di Indonesia. Padahal itu adalah konser yang paling aku tunggu-tunggu dan Suju adalah Boyband yang paling aku sukai. Bayangkan saja, sudah dari sebulan yang lalu aku mempersiapkan segala hal untuk menonton konser besar itu. Dari membeli poster besar mereka, lightstik warna saphire blue, dan menyablon baju dengan gambar mereka. Bahkan dengan ikhlasnya uang tabunganku selama setahun dan celengan ayam  pemberian Mama,oleh-oleh dari Kalimantan dua tahun yang lalu ku pecahkan hanya untuk mempersiapkan semuanya. bahkan kak Hanni,kakak pertamaku yang sekarang kuliah di Bandung dengan ikhlasnya memberikanku uang untuk dibelikan tiket. Katanya kasihan melihat adik semata wayangnya yang sangat menyukai Suju tidak dapat menonton konser pertama idolanya di Indonesia itu. Bahkan kak Hanni pun berniat untuk menonton bersamaku kalau dia tak ada jadwal kuliah. Tapi untung tak dapat diraih,malang tak dapat ditolak. Saat aku membeli tiket,ternyata sudah sold out.

Aku hanya bisa menangis dalam hati. Padahal tinggal satu langkah lagi! Ya, tinggal satu langkah lagi aku pasti bisa melihat idolaku tampil didepan mataku dan mewujudkan segala impian konyol yang selama ini bersarang di otakku. Ah~ sudahlah, nasi telah menjadi bubur, dan tak akan pernah bisa lagi menjadi nasi. Andaikan saja dua hari yang lalu aku beli tiket via online di facebook, mungkin saat ini tiket konser itu sudah ada ditanganku.

“sudahlah Na, daripada kamu sedih terus memikirkan tiket yang telah sold out, mending kamu jual aja tuh semua barang-barang yang udah kamu beli, percuma ajakan dibeli tapi nggak dipakai untuk konser hari minggu nanti,hahaha”

Aku diam saja mendengar kata-kata Syifa, teman mainku dikompleks ini, dari nada bicaranya sepertinya Syifa mengejekku, tapi apa yang diucapkannya tadi ada benarnya juga, buat apa aku menyimpan barang-barang itu, toh aku juga nggak akan nonton konser dan mengenakan segala atribut yang sudah ku beli kemaren.

Melihatku yang seperti tidak memperdulikannya karena sedang sangat bersedih hati, akhirnya Syifa minta izin pulang, berhubung hari telah sore.

“Hanna, aku pulang dulu ya. Jangan disesali dengan apa yang udah terjadi, mungkin dibalik semua ini ada hikmahnya. Aku pulang dulu ya,bye” kata Syifa sambil melambaikan tangannya ala Miss Universe dan berjalan santai menuju rumahnya yang berada diseberang rumahku. Aku balas melambaikan tangan dengan lesu.

Melihat Syifa telah sampai kerumahnya,dengan langkah gontai aku berjalan masuk kedalam rumah dan menutup pintu rumahku. Setelah masuk kedalam kamar, langsung ku rebahkan tubuhku diatas kasur empuk bergambar Hello Kitty yang berwarna pink itu. Baru memejamkan mata beberapa menit, handphone ku berbunyi, satu pesan masuk. Ku tekan tombol Ok untuk membuka pesan tersebut.

“oh, dari kak Hanni” gumamku dalam hati

Ass…Hanna, kita jadi nonton konser tiga hari lagi,kan?

Isi pesan singkat dari kak Hanni , kakak perempuanku yang juga mengidolakan Suju. Aku terdiam sejenak sambil berpikir harus membalas apa? Apa aku jawab :

“ Nggak jadi kak, aku kehabisan tiket nih”

Hmmm… kalau aku jawab seperti itu, itu artinya siap-siap saja uang yang kak Hanni berikan padaku harus dikembalikan lagi padanya. Padahal kalau nggak jadi beli tiket kan aku bisa pakai uang itu untuk shopping ke Mall.

Mungkin karena bosan menunggu balasan Sms dariku, kak Hanni langsung menelponkku.

“gimana Hanna? Kita jadikan nonton? Kakak kebetulan libur selama seminggu ini, hmm.. kalau kamu gak jadi sih nggak apa-apa. Asalkan uangnya dikembalikan ke kakak lagi, hehe”

Aku mendengus dalam hati.

Sudah kuduga kak Hanni akan berkata seperti itu.

“iya kak, jadi dong. Aku tunggu tiga hari lagi ya !!”

Langsung ku putuskan pembicaraanku dengan kak Hanni. aku jadi semakin bertambah bingung, bagaimana caranya agar mendapatkan tiket itu? Karena pusing memikirkannya, akupun tertidur dengan sangat lelap.

Keesokan harinya disekolah…

“Assalamualaikum Hanna, apa kabar?” sapa seseorang dari belakangku saat aku baru saja mau masuk kedalam kelas.

“eeeh kak Annisa, Waalaikumsalam kak. Udah lama banget nggak ketemu sama kakak” ucapku basa-basi sambil menyalami kak Annisa, kakak kelasku yang kebetulan sudah lama tidak kutemui. Gadis cantik berjilbab putih itu tersenyum padaku. Manis sekali. Wajar saja jika banyak laki-laki disekolah ini yang tertarik dengan kak Annisa.

“iya nih Na, kakak kangen dengan kamu makanya kakak kekelas kamu” kak Annisa tersenyum dan terlihatlah lesung pipinya yang makin menambah manis senyumannya. Subhanallah.

“Oh ya, Hanna ada kegiatan apa hari ini?” tanya kak Nissa padaku.

Aku berpikir sejenak.

“Insya Allah nggak ada kak” jawabku dengan tersenyum “memangnya kenapa kak?” aku balik menanyainya.

“Kakak mau ngajakin kamu kerumah kakak nanti sore, kamu mau kan? Gini loh Na, adik kakak baru datang dari Aceh, terus keluarga ada buat acara kecil-kecilan. Gimana? Kamu mau datang kan? Ajak deh teman-teman kamu yang lain, makin rame kan makin seru”

Aku masih berpikir untuk mengiyakan atau menolak. Tapi aku rasa tak ada salahnya untuk datang sekali-sekalli keacara keluarga kak Annisa.

“oke deh kak! Insya Allah Hanna datang kesana” jawabku dengan semangatnya. “tapi……….”

Kulihat kak Annisa mengerutkan dahinya.

“Tapi kenapa sih?”

“Tapi, Hanna nggak tau alamat rumah kak Nisa,hehe” aku tertawa, kak Annisa pun ikut tertawa kecil.

“nih kartu nama kakak, kamu mau SMS,BBM,atau mau ngirim inbox ke FB kakak, lihat aja disini” kata kak Annisa sambil menyerahkan kartu nama berwarna pink itu.

“kalo gitu kakak kekelas dulu ya! Assalamualaikum Na…” kak Annisa pergi sambil melambaikan tangannya padaku.

“waalaikum salam kak”

Tak lama setelah pertemuanku dengan kak Annisa, bel tanda masukpun berbunyi. Dengan segera aku memasuki kelas dan menjumpai sahabat-sahabatku yang sudah duluan berada dikelas. lima menit kemudian Pak Dion, guru Kimia datang dan kami belajar dengan serius selama dua jam.

Ternyata belajar serius selama dua jam membuat perutku keroncongan dibuatnya. Dan juga tadi pagi aku tak sempat sarapan dirumah karena mama telat bangun.

Bel tanda istirahat pertama pun berbunyi.

Semua siswa keluar kelas dengan penuh semangat, bisa dibayangkan bagaimana Shaun the Sheep dan keluarganya keluar dari kandang saat melihat banyak pizza berhamburan dihalaman majikannya. Begitu pula dengan siswa XI Ipa 2 yang kelaparan, mereka semua bergegas memenuhi kantin dan memesan makanan yang ingin mereka makan dan mengenyangkan perut mereka. Begitu pula kami, genk F4 alias Flower four. Nggak se-eksis F4 di Boys Before Flowers sih. Tapi kami lumayan tenar disini. Dikantin Bu Ima ini. Selain karena kami pelanggan setia,kami juga yang paling sering menawarkan jasa untuk membantu Bu Ima melayani pelanggan yang lain. Bukannya sok pahlawan, tapi kami berempat memang Super Hiro-nya Bu Ima. Bu Ima sendiri yang memuji kemaren.

“Ibu bangga dengan kalian berempat. Sudah kompak,mau membantu ibu dengan ikhlas. Kalian memang Super Hiro ibu” begitu kata-kata yang diucapkan Bu Ima pada kami berempat. Dan menjadi motivasi bagi kami untuk menjadi lebih rajin lagi, bukan merasa anjungan,hehe.

Setelah kami beres-beres membantu Bu Ima, aku memesan segelas Pop Ice blender, tampaknya tiga sahabatku yang lain juga kehausan dan memesan seperti yang aku pesan barusan. Rasa lapar seketika hilang kalau sudah bekerja dengan giat dan ikhlas. Padahal waktu keluar dari kelas, cacing diperut terasa sudah dance Gangnam Style. Tapi setelah bantu beres-beres dan meneguk Pop Ice segar ini, tak ada lagi rasa lapar. Walaupun seperti itu, aku tetap ingat pesan Mama :

“jangan lupa makan disekolah ya,sayang. Biar belajar kamu lancar”

Kata-kata mama selalu aku ingat, karena bagaimanapun juga sarapan itu penting untuk kesehatan dan daya pikir kita belajar. Beruntungnya aku masih punya orang tua yang lengkap. Aku masih punya mama dan papa yang setiap saat selalu mengingatkan aku tentang hal-hal yang positif, seperti selalu mengingatkan aku dengan sholat lima waktu, puasa,membaca sholawat tiap hari,mengaji,dan memakai jilbab. Aku bahagia punya mereka berdua. Dalam do’a, aku selalu meminta pada Allah agar memudahkan rejeki untuk kedua orangtua ku dan memanjangkan umur mereka. Semoga kita yang masih diberikan kesempatan mempunyai orangtua yang lengkap akan selalu mensyukuri nikmat dari Sang Pencipta. Amin.

“Hanna… kamu kok ngelamun?” tegur Zahra, Karena tegurannya tadi,aku jadi sadar telah lama melamun.

“kamu jangan melamun,Na. Ntar kalo kemasukan gimana? Hiiiiyy” goda Aisyah.

Zahra, Aisyah, dan Khadijah tertawa melihat mukaku yang seperti orang kebingungan.

“apa’an sih kalian, ngejek aku ya?” kataku sambil menggelitik Aisyah yang berada disebelahku. Ternyata Khadijah dan Zahra pun ikut menggelitiki Aisyah dan aku. Kami semua akhirnya saling menggelitiki satu sama lainnya. Bu Ima dan siswa yang melihatnya jadi tertawa dan geleng-geleng kepala. Itulah alasannya mengapa kami menjadi tenar dikantin ini.

Bel tanda masuk berbunyi.

“bu Ima, kami permisi dulu ya! Assalamualaikum..” kami berempat serentak mengucapkan salam.

“Waalaikum salam…” balas Bu Ima.

Selama diperjalanan menuju kelas kami selalu bercanda sambil tertawa. Saat melewati kelas XII Ipa 1, kulihat kak Annisa sedang serius membaca buku dibangkunya. Aku jadi teringat dengan ajakan kak Annisa tadi pagi.

“Oh iya Guys, tadi pagi kak Annisa Rahma anak 3 Ipa 1 ngajak aku untuk datang keacara keluarganya nanti sore. Kalian mau ikut nggak?” tanyaku pada tiga sahabatku.

Mereka sama-sama menghentikan langkahnya.

“nanti sore? Hmmm… gimana ya?” kata Aisyah sambil berekspresi seperti berpikir. Aku memperhatikan wajahnya, menanti sebuah jawaban.

“gimana?” tanyaku sambil menatap wajah mereka satu persatu.

“oke deh Na! Nanti sore jemput aku ya?!” kata Aisyah.

“siippp, okeh!!” jawabku sambil mengacungkan jempol kearah Aisyah.

“gimana Khadijah? Zahra?” tanyaku lagi.

“Insya Allah aku bisa kok Na. Kita ketemuan di rumah Aisyah aja, gimana?” tanya Khadijah.

“Oke deeehhh”

Kamipun melanjutkan perjalanan menuju kelas.

***********************************************

Sore hari tepat jam 16.00

“Assalamualaikum… Aisyah….” panggil Zahra sambil mengetuk pintu sebanyak tiga kali. Beberapa menit kemudian keluarlah seorang gadis yang cantik berjilbab biru yang saat itu mengenakan baju lengan panjang bermotif bunga, dan rok warna sama dengan jilbab yang dikenakannya menambah kesan Islami.

“Waalaikumsalam….” jawab gadis cantik yang tak lain adalah Aisyah,sahabat kami.

“Subhanallah, kamu cantik banget Sya!” puji Zhra yang mendapat anggukan dari Khadijah.

“iya Aisyah Ghassani, kamu cantik banget” kali ini aku yang memujinya. Aisyah tersenyum malu dipuji seperti itu.

“Alhamdulillah ya sesuatu, kalianpun cantik-cantik sahabatku” kata Aisyah balas memuji. Setelah berpamitan dengan keluarga Aisyah, kami berempatpun melanjutkan perjalanan ketempat tujuan,yaitu rumah kak Annisa.

“kamu yakin ini rumahnya Na?” tanya Khadijah yang sepertinya masih takjub dengan bangunan yang ada dihadapannya sekarang. Rumah besar bergaya eropa dengan pilarnya yang  banyak dan besar-besar. Kira-kira seperti rumah baru Anang-Ashanti gitu lah!!!

“Subhanallaaaaaaahhhhhh” ucap kami serempak.

“Hanna, kamu yakin nih? Kalo ternyata ini bukan rumah kak Nissa gimana? Kita bakal dapat malu nantinya.

Aku diam saja dan gantian memandang kartu nama kak Annisa dengan rumah yang saat ini aku rasa benar rumah kak Annisa.

“berarti kak Nissa anak orang kaya dong ya? Dulu dia cerita kalau ayahnya Cuma pegawai biasa. Dan dari penampilannya kak Annisa tak terlihat bergaya sombong seperti kebanyakan orang kaya jaman sekarang” aku bicara sendiri.

Aisyah,Zahra,dan Khadijah masih takjub dengan bangunan didepan kami.

“Hai Hanna, kakak udah menduga kalau kalian akan datang, makanya kakak tunggu kalian” kata seorang cewek yang tiba-tiba membuka gerbang dan keluar dari gerbang tinggi bercat putih itu.

“Astagfirullah…. kakak ngagetin kami aja” kataku sambil memegang dada, karena takutnya jantungku akan copot karena kaget.

“Hehe.. maafkan kakak ya adik-adik yang cantik” kata kak Annisa sambil tersenyum.

Kak Annisa mempersilahkan kami masuk, baru memasuki halamannya saja kalimat Dzikir tak henti-hentinya terucap. Kelihatannya tamu telah banyak yang hadir disini, karena banyak motor dan mobil yang berparkir dihalaman seluas lapangan bola ini.

“mari masuk….” ajak kak Annisa ramah sekali.

Kakak kelasku itu terlihat tambah anggun dengan baju yang dikenakannya. Saat memasuki rumah kak Annisa, decak kagum kami tambah menjadi-jadi bagaimana tidak,dari luar saja keadaannya terlihat megah dan ternyata isi rumahnya pantas disebut istana seperti di Negeri Dongeng. Banyak tamu disini, tambah guguplah kami berempat saat bertemu dengan tamu-tamu yang ternyata keluarga besar kak Annisa.

“itu keluarga kakak, jadi jangan malu-malu ya! Tamunya belum pada datang nih Na” kata kak Annisa. Ketiga sahabatku menyalami keluarga besar kak Hanna satu persatu, aku ikut dibelakang mereka. Saat bersalaman terlihat sekali keramahan dari keluarga ini. Mereka tak memandang kami dengan tatapan mengerikan yang biasanya dilakukan orang kaya biasanya. Bahkan Tanteku di Medan yang rumahnya tak sebesar dan sebagus rumah kak Annisa saja belagaknya tinggi. Rumahnya jarang dibuka untuk tetangga,maunya untuk teman-teman kerjanya yang bergengsi saja. Kami sebagai keluarganya saja seperti diacuhkan jika kerumahnya. Itu sebabnya aku dan keluarga tak berniat ke Medan lagi. Tante ,sudah dihipnotis setan, dia seperti terlalu menyayangi kekayaannya. Itu juga alasan mengapa dia tidak berniat mempunyai anak alasannya sih takut disusahin sama anaknya nanti.

“Haii….” seseorang menyadarkan aku dari lamunanku tentang tante.

“Astagfirullah… eh, maaf ya!” aku jadi malu karena melamun lama sehingga membuat salam-salamannya menjadi terhenti.

“Ya Allah.. gantengnya cowok ini” pujiku dalam hati. Ternyata yang menyadarkanku dari lamunan adalah cowok ganteng berpeci putih yang saat ini tengah tersenyum. Manis bangettt.

“Hanna, dia itu adik kakak yang baru datang dari Aceh. Seumuran loh sama kamu. Rencananya dia pengen pindah ke sekolah kita juga” kata kak Annisa menjelaskan. Aku dan ketiga sahabatku perpandangan tak percaya.

“bakal berebutan deh nih kalo sampai dia memang sekolah bareng kita” bisik Zahra ditelingaku.

“Husssh, kamu ini” Khadijah yang berada disamping kami berdua terlihat menahan tawa mendengar bisikan kami berdua.

Setengah jam kemudian acarapun dimulai. Banyak tamu yang hadir diacara ini, bahkan pejabat penting negara pun tampak hadir. Acara dimulai dengan do’a bersama setelah itu baru makan-makan. Tanpa ku sadari ternyata cowok ganteng itu duduk disebelahku! Ya Allah, bisa-bisa aku susah tidur kalo gini caranya, kataku dalam hati.

“hai Ukhty” sapanya padaku.

Aku tersenyum gugup “hai juga” balasku.

“Nama kamu siapa?” tanya si cowok ganteng adiknya kak Annisa.

“aku Hannah Damia, tapi kamu boleh memanggil aku Hanna. Nama kamu siapa?” aku memberanikan diri SKSD kepadanya. Ketiga sahabatku senyum-senyum melihat kedekatanku dengan cowok ganteng itu. Mereka senang melihat kedekatan kami, karena selama ini yang menjadi jomblo sejati cuma aku.

“Nama aku Ramadhan, tapi panggil aja Rama”

Aku tersenyum. Pasti dia lahir dibulan Ramadhan, tebakku.

“Oh ya, kenalin mereka bertiga best friend aku, ini Zahra, ini Khadijah,dan ini Aisyah” aku memperkenalkan satu persatu sahabatku.

“hai semuanya, salam kenal ya!” kata Rama dengan ramahnya.

“iya Rama” balas mereka serempak.

Acarapun selesai dengan kesan yang sangat indah. Aku bisa bersilaturrahmi dengan keluarga besar kak Annisa, dan bisa ketemu dengan adiknya yang ganteng itu. Alhamdulillah ya, sesuatu!!!

****************************************************

“Ma, Pa, Hanna pergi sekolah dulu ya!” pamitku pada kedua orang tuaku. Tak lupa aku mencium tangan mereka sebelum pergi.

“hati-hati ya sayang” pesan mama.

“iya ma, Assalamualaikum”

“Waalaikumsalam” jawab kedua orangtuaku serentak. Ketiga sohibku telah menanti diluar gerbang. Seperti biasanya kami selalu pergi sekolah bersama.

Sesampainya disekolah…

“eh, lihat deh itukan rama???” kata Zahra sambil menunjuk seseorang yang sedang bersama kak Annisa. Tak salah lagi, itu pasti Rama.

“kesana yuk” ajak Khadijah. Kamipun menghampiri Rama dan kak Annisa.

“ Assalamualaikum..” sapa kami bertiga serempak.

“Waalaikumsalam.. eh kalian..” kata Rama. Kami senang bisa ketemu lagi. Hari ini Rama bersekolah disekolah yang sama denganku. Kami berbincang-bincang agak lama, tapi saat Rama dipanggil kekantor obrolan kami terputus.

“kak, Rama masuk kelas XI Ipa 2” katanya sekembali dari kantor.

“hah? XI Ipa 2?? Berarti kita sekelas donk” kini F4 berkata serempak.

“waah, ternyata kamu sekelas dengan gadis-gadis cantik ini, Ram” kata kak Annisa.

Kami semua tertawa.

Bel masukpun berbunyi dan belajarpun dimulai. Rama duduk dibarisan depan tak jauh dari genk F4 duduk, jadi tiap saat kami bisa ngobrol sama-sama. Sejak saat itu hubunganku dengan Rama menjadi tambah dekat.

Malam harinya, saat aku asyik komen-komenan dengan Rama di FB, kak Hanni menelpon

“Assalamualaikum….”

“Waalaikumsalam….”

“Hanna, kakak besok pulang kejakarta,kita jadi nontonkan?”

Masya Allah, aku jadi terlupakan konser Suju besok. Gimana ini??? Gara-gara keasyikan dengan Rama aku melupakan tentang tiket dan tentang konser.

“aduuuhh, maaf ya kak. Hanna kehabisan tiket jadi gak bisa ikut nonton” jawabku singkat.

Kak Hanni diam.

“Hmm.. yaudah deh kalo nggak jadi nonton. Tapi besok kakak tetap pulang ke Jakarta, titip salam sama mama dan papa ya!. Udah dulu ya dek kakak mau tidur dulu, good night”

Padahal besok adalah hari minggu, dimana idolaku akan tampil, aku malas melihat berita ditivi karena pasti akan membahas tentang konser yang akan berlangsung besok. Aku memejamkan mata sejenak lalu meraih hp lagi untuk melanjutkan online. Ada satu pemberitahuan. Ramadhan mengomentari status anda. Aku tersenyum sebentar lalu membuka komentar dari Rama. Ternyata isinya mau ngajak aku besok kesebuah tempat. Aku memalas komentarnya dengan mengiyakan saja, bisa ajakan Rama ngajak aku weekend ketempat yang indah.

**********************************************

Besok pagi aku telah dibangunkan oleh ketiga sahabatku, Rama, Kedua orangtuaku, dan Kak Hanni yang ternyata nyempat-nyempatkan datang pagi-pagi kekamarkku hanya untuk mengucapkan “Happy birthday Hanna” sambil menyanyikannya bersama-sama. Subhanallah… tak ada kalimat apa-apa yang dapat aku ucapkan. Aku menitikkan air mata haru, kupeluk mereka satu persatu. Kedua orangtua ku memberikan sebuah kado yang ternyata isinya Samsung Tablet baru yang selama ini aku impikan.

“makasih ya Ma,Pa.. Hanna nggak nyangka bakal dikasih kado I-Pad bagus kayak gini” kataku sambil memeluk mereka berdua. Jujur, aku bahkan tak ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunku.

Siangnya Rama memang mengajakku kesuatu tempat, tapi dia masih merahasiakan lokasinya dimana. Saat tiba disuatu tempat yang sangat ramai, tampak banyak orang-orang memakai pakaian serba biru dengan atribut yang berbagai macam, aku tau ini dimana.

“Rama, inikan tempat suju mau konser nanti?” tanyaku heboh pada Rama. Dia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Iya, ini memang tempat dimana Suju akan konser. Aku mau ngasih kamu suprise dihari bahagia kamu. Kata kakak dan Aisyah Cs. Kamu mendambakan untuk nonton konser ini, jadi aku ajak kamu kesini. Gimana? Kamu senangkan?” tanya Rama.

Aku mengangguk sambil tersenyum.Aduh Rama, aku bukan hanya senang tapi rasanya mau melayaaaang.

“masuk yuk, konsernya sebentar lagi mau dimulai. Aku udah pesan karcis ini langsung dari managemen yang mengelola konser ini dan juga memesan tempat duduk spesial untuk kita berdua dan mereka berempat” aku tak mengerti apa maksud dari perkataan Rama barusan, tapi setelah membalikkan badan dan melihat empat cewek yang datang menghampiri kami, aku baru paham dengan perkataan Rama.

Ternyata Kak Hanni, Aisyah,Khadijah dan Zahra pun ikut nonton konser ini, mereka pun mengenakan baju berwarna Saphire Blue, sama dengan bajuku dan Rama.

Kami berenam masuk kedalam ruangan konser. Aku bersyukur sekali dihari bahagiaku ini aku bisa bersama orang-orang yang kusayang. Ada ketiga sahabatku, kak Hanni, Rama, dan juga Super Junior yang selama ini aku impikan. Senangnya bisa merayakan ulang tahunku dengan menonton konser impian. Satu kalimat yang akan selalu aku ucapkan!

“Alhamdulillah ya, sesuatu……”

Sejak saat itu hubunganku dengan Rama dan ketiga Sahabatku menjadi tambah dekat. Suatu hari Rama mengutarakan perasaannya padaku, karena memiliki perasaan yang sama dengannya, akupun menerimanya menjadi pacarku. Dan kamipun jadian!!!

“Alhamdulillah, Ya Allah sesuatu yaa, karena Engkau lengkapi hidupku dengan menambah seseorang yang spesial masuk kekehidupanku.” Syukurku dalam hati.

Aku akan berjanji untuk menjaga baik hubunganku dengan kedua orangtuaku, dengan kakakku, ketiga best friendku, dan Rama yang saat ini telah resmi menjadi kekasihku. Semoga kebahagiaan ini akan selalu terjaga sampai kapanpun.

Alhamdulillah ya, sesuatu!!!

THE END

Gimana dengan ke-Gaje-an cerpen yang aku buat ??? :D moga kalian suka ya! Mianhe kalau ada typo atau apa aja yang mengganggu penglihatan kalian dalam cerpen diatas, hehe… lain kali kalau ada kesempatan untuk membuat cerpen lagi, Insya Allah akan aku share kesini kok ^^,

Terimakasih ya buat teman-teman yang udah mau mampir kesini, lain kali jangan sungkan-sungkan kalau mau mampir kesini, OKE???!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s